Teknik Paraphrasing

Secara literal, paraphrasing berarti menyatakan ulang informasi-informasi penting baik secara lisan maupun tulisan dengan struktur kalimat yang berbeda tanpa mengubah makna kalimat.

Teknik paraphrasing merupakan keahlian dasar yang seharusnya dikuasai oleh mahasiswa mengingat teknik ini sangat berguna untuk menghindari plagiasi (plagiarism). Berikut ini beberapa contoh sederhana dari paraphrasing.

Berikut ini beberapa teknik sederhana untuk melakukan paraphrasing.

Authentic Statement Paraphrased Statement
The main objective of this research is to find out whether rate-buildup reading, skimming, and scanning strategies applied in hybrid learning method help students boost their reading speed and comprehension. The core aim of this study is to examine the application of rate-buildup reading, skimming, and scanning strategies applied in hybrid learning method whether it can help students enhance their reading speed and comprehension or not.
It is implied that reading speed and comprehension are possible to be enhanced both in web-based reading portal and in face to face. The result of this research implies that both reading on web-based reading portal and in face to face can enhance reading speed and comprehension.

Synonym - Antonym

Penggunaan sinonim dan antonim masih merupakan senjata utama dalam menghindari plagiasi dengan teknik paraphrasing. Penggunaan synonym - antonym dapat dilihat pada contoh pertama dalam tabel diatas.

Active - Passive Voice

Selain penggunaan sinonim - antonim, mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif atau sebaliknya, dari kalimat pasif menjadi kalimat aktif, juga sangat efektif. Contoh pengaplikasian teknik ini dapat dilihat pada contoh kedua dari tabel diatas.