Translating Academic Text

Lesson ini mengulas translation yang fokus kepada penerjemahan literatur akademik.

Setiap bahasa di dunia memiliki karakteristik masing-masing. Karakteristik bahasa didunia yang unik dan berbeda merupakan sebuah tantangan didalam aktivitas penerjemahan karena penerjemah dituntut untuk mampu mengubah bahasa dari sebuah teks tanpa mengubah makna dari teks itu sendiri. Olehnya, istilah interpreting (menginterpretasi) sering bergandengan dengan translating (menerjemahkan).

Teknik-teknik Penerjemahan (Translation)

Didalam translation dikenal 10 teknik penerjemahan (translation technique). Dalam penggunaannya, penerjemah biasanya tidak hanya menggunakan satu teknik saja; melainkan mengkombinasi beberapa teknik penerjemahan berikut ini.

Literal Translation

Teknik ini menggunakan pendekatan literal atau sesuai dengan apa yang tertulis dalam bahasa asal.

  • Bahasa Asal: We learn English
  • Bahasa Target: Kami belajar bahasa Inggris

Pada contoh diatas, "We" = "Kami"; "learn" = "belajar"; dan "English" = "bahasa Inggris". Jadi, kalimat "we learn English" dapat diterjemahkan sebagai "kami belajar bahasa Inggris". Didalam penerjemahan literatur akademik, teknik penerjemahan literal hampir tidak bisa diterapkan karena literatur akademik pada umumnya ditulis dengan menggunakan complex, compound atau compound-complex sentence.

Adaptation

Teknik ini mengubah elemen-elemen budaya (cultural elements) dari bahasa asal kedalam elemen-elemen budaya yang berterima didalam bahasa target.

  • Bahasa Asal: Killing two birds with one stone
  • Bahasa Target: Sekali mendayung, 2 - 3 pulau terlampaui

Contoh diatas secara literal berarti "membunuh 2 burung dengan 1 batu". Maknanya, seseorang yang berbicara mendapatkan 2 target hanya dengan 1 peluru. Didalam bahasa target - dalam hal ini bahasa Indonesia - ekspresi tersebut sinonim dengan "sekali mendayung, 2 - 3 pulau terlampaui".

Borrowing

Teknik ini menggunakan ekspresi/kata/ungkapan dari bahasa asal didalam terjemahan bahasa target.

  • Bahasa Asal: Andi and Rudi play badminton
  • Bahasa Target: Andi dan Rudi bermain badminton

Dalam contoh diatas, kata "badminton" tidak diterjemahkan kedalam bahasa target karena kata tersebut (dianggap) sebagai kosakata lazim yang telah jamak diketahui & digunakan sehari-hari.

Berikut contoh yang disadur dari jurnal ilmiah.

  • Bahasa Asal: For the purpose of this paper, we selected the two video clips showing the largest variety of dimensions of CM
  • Bahasa Target: Untuk tujuan paper ini, kami memilih dua video clip yang menunjukkan varietas terbesar dari dimensi CM (classroom management -> manajemen kelas)

Amplification

Tekni ini menggunakan ungkapan/kata yang menjelaskan maksud dari kalimat yang akan di-translate meskipun tidak tertera secara literal di bahasa asal.

  • Bahasa Asal: Andi and Rudi are too early
  • Bahasa Target: Andi dan Rudi terlalu cepat tiba di kampus

Pada contoh diatas, "too early" diartikan sebagai "terlalu cepat tiba di kampus" meskipun didalam teks asal tidak terdapat kata yang menjelaskan "tiba"/"datang".

Berikut contoh yang disadur dari sebuah jurnal.

  • Bahasa Asal: Math acquisition starts at a very young age
  • Bahasa Target: Pemerolehan pelajaran matematika dimulai dari usia muda

Compensation

Teknik ini mengubah struktur kalimat dari bahasa asal karena gaya bahasa dari bahasa asal tidak lazim didalam bahasa target.

  • Bahasa Asal: I was so moved that I couldn't stop crying
  • Bahasa Target: Aku sangat terharu oleh tangisan itu

Pada contoh diatas, struktur kalimat diubah untuk mendapatkan sense yang lebih mendekati maksud dari penulis/pembicara karena jika diterjemahkan secara literal sesuai dengan struktur dari bahasa asal, ungkapan tersebut dianggap tidak bermakna atau tidak mewakili perasaan yang ingin diungkapan. Secara tata bahasa, kata "that" pada contoh diatas bermakna "bahwa". Jika diterjemahkan tanpa mengubah struktur kalimat, arti contoh tersebut akan menjadi "saya sangat terharu bahwa saya tidak dapat berhenti menangis".

  • Bahasa Asal: This study examined 69 Chinese preschool teachers’ use of feedback strategies in their math lessons.
  • Bahasa Target: Studi ini menguji penggunaan strategi-strategi umpan balik dari 69 guru PAUD Cina