Determiner

Pada Lesson kali ini akan dibahas tentang parts of speech yang fokus kepada pembahasan tentang determiner.

Definisi Determiner

Determiner merujuk pada huruf atau kata yang berada sebelum noun/noun phrase - atau sebelum adjective dengan noun dibelakangnya - yang berfungsi untuk menginformasikan (1) kuantitas, (2) kepemilikan; dan (3) hal yang spesifik. Determiner yang dimaksud dalam hal ini meliputi:

  • Definite Article (the)
  • Indefinite Article (a dan an))
  • Demonstrative Determiner (this, these, that dan those)
  • Possessive Determiner (my, your, our, their, his, her dan its)
  • Quantifier / Indefinite Determiner (many, some, much, more, most dan lain sebagainya)

Definite & Indefinite Article

Definite article, dalam hal ini adalah the, sesuai istilahnya (definite = sudah tentu/jelas) digunakan ketika noun dibelakangnya merupakan noun yang telah diketahui atau telah jelas. Definite article digunakan ketika benda yang mengikutinya spesifik dan menjawab pertanyaan "which one?" (yang mana?).

  1. The purpose of this study is to investigate a preservice middle school mathematics teacher’s noticing of student mathematical thinking within the context of lesson study as a component of a teaching practicum course in a teacher education program.
  2. The study investigates 39 novice and expert teachers’ perception, interpretation and decision-making skills with respect to classroom management events which they observed in two video clips.

Pada contoh 1 diatas, definite article "the" digunakan didepan noun "purpose" karena noun "purpose" yang dimaksud dalam hal ini telah jelas (atau telah dianggap jelas); yakni tujuan penelitian yang dari abstrak tersebut. Selanjutnya, definite article "the" digunakan didepan noun "context" karena noun "context" yang dimaksud telah jelas atau dianggap telah jelas. Demikian halnya pada contoh 2 dimana definite article the digunakan sebelum noun "study" karena noun "study" yang dimaksud telah jelas; yakni penelitian yang digambarkan dalam abstrak tersebut.

Sebaliknya, indefinite article, dalam hal ini a dan an digunakan ketika noun dibelakangnya umum (belum diketahui secara jelas).

CATATAN: Indefinite article a digunakan untuk noun dengan bunyi huruf awal konsonan (selain huruf a, i, u, e dan o) sementara indefinite article an digunakan untuk noun dengan bunyi vokal (bunyi huruf a, i, u, e dan o). Penentuan penggunaan indefinite article a dan an ditentukan oleh bunyi huruf depan noun - bukan tulisan pada huruf depan noun. Contoh: a university ⤑ menggunakan indefinite article a karena bunyi huruf awal noun university adalah y (dibaca "yuniversity").

Berikut ini perbandingan penggunaan definite article dengan indefinite article.

  • The university ⤑ Terdapat banyak university di kota Makassar. Dalam konteks kalimat ini, pendengar atau pembaca telah mengetahui (atau dianggap telah mengetahui) university yang dimaksud pembicara atau penulis atau dengan kata lain "university" yang dimaksud telah spesifik (definite). Misalnya "The university has adopted web-based learning". Artinya, universitas di Makassar - yang telah diketahui bersama - telah menerapkan pembelajaran berbasis web.
  • A university ⤑ Terdapat banyak university di kota Makassar. Dalam konteks pernyataan ini, pembicara atau penulis merujuk pada university secara umum - tanpa menunjuk satu dari sekian banyak university di kota Makassar (indefinite); tidak spesifik/umum. Misalnya "a university in Makassar has implemented web-based learning". Artinya, sebuah (salah satu dari sekian banyak) universitas di kota Makassar telah menerapkan pembelajaran berbasis web. Pendengar atau pembaca tidak mengetahui secara pasti universitas yang dimaksud pembicara atau penulis.
  • An apple ⤑ Terdapat 10 apple didalam kulkas. Dalam konteks pernyataan ini, pembicara atau penulis merujuk pada sebuah apel secara umum (indefinite).

Demonstrative Determiner

Demonstrative determiner merujuk pada kata tunjuk this (ini - tunggal), these (ini - jamak), that (itu - tunggal) dan those (itu - jamak).

Demonstrative determiner this digunakan ketika noun yang dimaksud dekat atau dapat dijangkau dan berjenis tunggal (singular), these digunakan ketika noun yang dimaksud dekat atau dapat dijangkau dan berjenis jamak (plural), that digunakan ketika noun yang dimaksud jauh dan berjenis tunggal (singular) dan those digunakan ketika noun yang dimaksud jauh dan berjenis jamak (plural).

Possessive Determiner

Possessive determiner merujuk pada kata tunjuk yang menegaskan kepemilikan (misal: milikku, milikmu, milik kalian, milik kami, milik mereka, dan miliknya).

Possessive determiner my digunakan untuk personal pronoun I, your digunakan untuk personal pronoun you baik yang tunggal (Anda, kamu) maupun jamak (kalian), our digunakan untuk personal pronoun we, their digunakan untuk personal pronoun they, his digunakan untuk personal pronoun he, her digunakan untuk personal pronoun she, dan its digunakan untuk personal pronoun it.

Personal Pronoun Possessive Determiner
I me
You your
We our
They their
He his
She her
It its

Quantifier / Indefinite Determiner

Quantifier atau indefinite determiner, sesuai istilahnya, digunakan untuk menunjukkan kuantitas (jumlah) dari noun. Terkait penggunaannya, jika noun yang dijelaskan berjenis countable, tambahkan akhiran -s atau akhiran -es pada noun tersebut. Jika noun yang dijelaskan berjenis uncountable, tidak perlu menambahkan akhiran.

Quantifiers Jenis Noun Contoh
any singular any student
every singular every student
many plural - countable noun many students
some some students
much uncountable noun much time
more more time
most most

Contoh Penggunaan Determiner didalam Abstrak Jurnal

Berikut ini beberapa contoh determiner yang disadur dari abstrak jurnal ilmiah (kata yang dicetak tebal adalah determiner).

  1. The purpose of this study is to investigate a preservice middle school mathematics teacher’s noticing of student mathematical thinking within the context of lesson study as a component of a teaching practicum course in a teacher education program. 1
  2. For three of four teachers, the intervention appeared to improve both their analysis of document-based discussion facilitation and their enactment of the practice. 2
  3. This study investigated little-c creativity in first-year preservice teacher candidates, as manifested in their yearlong fieldwork. 3
  4. In some cases, these PSTs simply followed lesson plans given to them. 4

  1. Noticing Student Mathematical Thinking Within the Context of Lesson Study by Pınar Guner & Didem Akyuz ↩︎

  2. Using Video to Highlight Curriculum-Embedded Opportunities for Student Discourse by Abby Reisman & Lisette Enumah ↩︎

  3. Creativity Promotion in an Excellence Program for Preservice Teacher Candidates by Yael Kimhi & Leiky Geronik ↩︎

  4. Developing Teachers as Critical Curators: Investigating Elementary Preservice Teachers’ Inspirations for Lesson Planning by Amanda G. Sawyer, Katie Dredger, Joy Myers, Susan Barnes, Reece Wilson, Jesse Sullivan & Daniel Sawyer ↩︎