Subject-Predicate Agreement (Concord)

Subject and predicate agreement merujuk kepada kesesuaian subject dengan predicate secara tata bahasa.

Subject & Predicate

Singkatnya, subject dapat didefinisikan sebagai "pelaku" atau orang/benda "yang melakukan" predicate.

Berdasarkan kaidah tata bahasa, subject dapat diisi oleh noun dan kelas kata yang serupa - yakni, semua jenis subjective pronoun, noun dan noun phrase.

Jenis Subject Nominal Sentence Verbal Sentence
1. Subjective Pronoun I am a lecturer I teach English
She is a lecturer She teaches English
They are students They learn English
2. Noun Water is very important for our live Water makes us healthy
Cars is 4-wheel vehichle Cars run faster than human
3. Noun Phrase The books are on the table The books contain knowledge and insight
Bilingual teacher education study program is my major Bilingual teacher education study program leads me to a teacher

Didalam jurnal ilmiah (terutama pada bagian abstrak), sangat jarang ditemukan penggunaan subjective pronoun "I", "we", "you", "you", "they", "he", "she"; meskipun demikian, jurnal yang menggunakan pronoun tetap ada. Kebanyakan jenis subjek yang digunakan adalah berjenis antecedent "it" atau expletive pronoun - kata ganti yang tidak ada referensi/rujukanya secara gramatikal namun tersirat (implicit).

Predicate dapat didefinisikan berdasarkan jenis kalimat (nominal/verbal). Predicate dalam nominal sentence merujuk pada status atau keadaan dari subject sementara predicate dalam verbal sentence merujuk kepada apa yang terjadi atau apa yang dilakukan subject.

Berkenaan dengan definisi predicate yang merujuk pada apa yang terjadi atau apa yang dilakukan subjek, maka pembahasan tentang predicate tidak terpisahkan dengan tense & aspect karena didalam bahasa Inggris kegiatan/peristiwa/aktivitas selalu terikat oleh waktu (tense).

Aspect / Tense Past Present Future
simple peristiwa/sesuatu yang terjadi dimasa lalu (sekarang sudah tidak demikian) peristiwa/sesuatu yang terjadi dimasa sekarang peristiwa/sesuatu yang terjadi dimasa akan datang (belum terjadi)
progressive/continuous yang sedang terjadi dimasa lalu yang sedang terjadi dimasa sekarang yang sedang terjadi dimasa akan datang
perfective yang telah terjadi dimasa lalu (tidak lagi menyisakan efek) yang telah terjadi dimasa sekarang (baru-baru ini terjadi & masih berefek) yang telah terjadi dimasa akan datang
perfect continuous/perfect progressive yang 'telah dimulai sebelumnya, saat itu sedang terjadi, dan belum diketahui kapan berakhir' dimasa lalu yang 'telah dimulai sebelumnya, saat itu sedang terjadi, dan belum diketahui kapan berakhir' dimasa sekarang yang akan 'telah dimulai, saat itu sedang terjadi, dan belum diketahui kapan berakhir' dimasa akan datang

NOTE: Bagian ini diulas lebih detail pada Lesson berjudul "Tense & Aspect"

Concord: Nominal Sentence & Verbal Sentence

Kalimat nominal (nominal sentence) merupakan jenis kalimat yang predicate-nya bukan dari verb (kata kerja). Sebaliknya, verbal sentence merupakan jenis kalimat yang predicate-nya berupa verb (kata kerja).

Secara sederhana, contoh-contoh pada tabel berikut menggambarkan perbedaan predicate dari nominal sentence dengan predicate dari verbal sentence.

NOTE: Semua contoh berikut menggunakan tense "present".

Nominal Sentence Verbal Sentence
1. I am a lecturer I teach English
She is a lecturer She teaches English
They are students They learn English
2. Water is very important for our live Water makes us healthy
Cars are in the garage Cars run faster than human
3. The books are on the table The books contain knowledge and insight
Bilingual teacher education study program is my major Bilingual teacher education study program leads me to a teacher

Concord: Sentence Berkenaan dengan Tense

Secara sederhana, tense berarti bentuk waktu sementara aspect menjelaskan bagaimana sesuatu tersebut terjadi. Dalam penggunaannya, tense & aspect hanya mempengaruhi predicate kalimat.

Terdapat 3 tense didalam bahasa Inggris, yakni:

  • PAST: Digunakan untuk menceritakan kejadian dalam konteks waktu lampau. Predicate yang digunakan berjenis past.
  • PRESENT: Digunakan untuk menceritakan kejadian dalam konteks waktu sekarang. Predicate yang digunakan berjenis present.
  • FUTURE: Digunakan untuk menceritakan kejadian dalam konteks waktu akan datang. Predicate yang digunakan berjenis future (ditandai dengan penggunaan will/shall)

Masing-masing tense diatas dapat dipasangkan dengan masing-masing dari 4 aspect berikut:

  • SIMPLE: Digunakan untuk menceritakan kejadian/peristiwa secara sederhana (tergantung tense-nya)
  • CONTINUOUS/PROGRESSIVE: Digunakan untuk menceritakan kejadian/peristiwa yang masih sedang berlangsung atau masih sedang dalam proses (tergantung tense-nya)
  • PERFECT: Digunakan untuk menceritakan kejadian/peristiwa yang telah selesai secara sempurna (tergantung tense-nya)
  • PERFET CONTINUOUS: Digunakan untuk menceritakan kejadian/peristiwa yang telah dimulai pada suatu waktu sebelum peristiwa yang dimaksud berlangsung (sedang terjadi) dan saat itu belum diketahui kapan kejadian/peristiwa/sesuatu yang dimaksud akan berakhir (tergantung tense-nya)

Berdasarkan pemaparan diatas, berikut ini jenis-jenis tense & aspect:

Aspect / Tense Past Present Future
SIMPLE simple past simple present simple future
CONTINUOUS/PROGRESSIVE past continuous/progressive present continuous/progressive future continuous/progressive
PERFECT past perfect present perfect future perfect
PERFECT CONTINUOUS past perfect continuous present perfect continuous future perfect continuous

Berikut ini penjelasan singkat, contoh kalimat serta contoh kasus dari masing-masing tense & aspect .

Aspect / Tense Past Present Future Keterangan
SIMPLE Peristiwa/sesuatu yang terjadi dimasa lalu (sekarang sudah tidak demikian) Peristiwa/sesuatu yang terjadi dimasa sekarang Peristiwa/sesuatu yang terjadi dimasa akan datang (belum terjadi) ⬅️ PENJELASAN SINGKAT
I learned English I learn English I will learn English ⬅️ CONTOH KALIMAT 1
they learned English They learn English They will learn English ⬅️ CONTOH KALIMAT 2
She learned English She learns English She will learn English ⬅️ CONTOH KALIMAT 3
CONTINUOUS/PROGRESSIVE Peristiwa/sesuatu yang sedang terjadi dimasa lalu Peristiwa/sesuatu yang sedang terjadi dimasa sekarang Peristiwa/sesuatu yang sedang terjadi dimasa akan datang ⬅️ PENJELASAN SINGKAT
I was learning English I am learning English I will be learning English ⬅️ CONTOH KALIMAT 1
They were learning English They are learning English They will be learning English ⬅️ CONTOH KALIMAT 2
He was learning English He is learning English He will be learning English ⬅️ CONTOH KALIMAT 3
PERFECT Peristiwa/sesuatu yang telah terjadi dimasa lalu (tidak lagi menyisakan efek) Peristiwa/sesuatu yang telah terjadi dimasa sekarang (baru-baru ini terjadi & masih berefek) Peristiwa/sesuatu yang telah terjadi dimasa akan datang ⬅️ PENJELASAN SINGKAT
I had eaten breakfast I have eaten breakfast I will have eaten breakfast ⬅️ CONTOH KALIMAT 1
They had eaten breakfast They have eaten breakfast She will have eaten breakfast ⬅️ CONTOH KALIMAT 2
She had eaten breakfast She has eaten breakfast She will have eaten breakfast ⬅️ CONTOH KALIMAT 3
Ia sarapan pukul 7 pagi. Saat ia berbicara, efek dari sarapan sudah tidak ada Pukul 7 ia sarapan. Saat ia berbicara, ia masih merasa kenyang Besok ia akan sarapan pukul 7, pada pukul 8 esok, ia akan masih kenyang ⬅️ CONTOH KASUS
PERFECT CONTINUOUS Peristiwa/sesuatu yang 'telah dimulai sebelumnya, saat itu sedang terjadi, dan belum diketahui kapan berakhir' dimasa lalu Peristiwa/sesuatu yang 'telah dimulai sebelumnya, saat itu sedang terjadi, dan belum diketahui kapan berakhir' dimasa sekarang Peristiwa/sesuatu yang akan 'telah dimulai, saat itu sedang terjadi, dan belum diketahui kapan berakhir' dimasa akan datang ⬅️ PENJELASAN SINGKAT
I had been waiting for 1 hour I have been waiting for 1 hour I will have been waiting for some hours ⬅️ CONTOH KALIMAT 1
They had been waiting for 1 hour They have been waiting for 1 hour They will have been waiting for some hours ⬅️ CONTOH KALIMAT 2
He had been waiting for 1 hour He has been waiting for 1 hour He will have been waiting for some hours ⬅️ CONTOH KALIMAT 3
Ia telah mulai menunggu 1 jam yang lalu dan pada waktu itu belum diketahui kapan seseorang/sesuatu yang ditunggu tersebut akan datang Ia telah mulai menunggu pada pukul 12, pada pukul 1 mereka masih sedang menunggu dan belum diketahui kapan seseorang/sesuatu yang ditunggu akan datang Ia akan mulai menunggu pada waktu tertentu dimasa akan datang dan belum diketahui kapan seseorang/sesuatu yang ditunggu akan datang ⬅️ CONTOH KASUS

Concord: Sentence Berkenaan dengan Jenis Person

Didalam tense "present", predicate kalimat tergantung dari person yang menjadi subjeknya (kecuali kalimat yang menggunakan Modal Auxilliary Verb). Perhatikan contoh berikut:

Past Present Future
1st Person I taught university students I teach university students I will teach university students
2nd Person You taught university students You teach university students You will teach university students
3rd Person She taught university students She teaches university students She will teach university students

Berikut contoh kalimat yang menggunakan modal auxilliary verb.

Past Present Future
1st Person I could teach university students I can teach university students -
2nd Person You could teach university students You can teach university students -
3rd Person She could teach university students She can teach university students -

NOTE: Modal auxilliary verb "can" tidak dapat digunakan bersama dengan "will".

Berikut ini contoh kesesuaian subjek-predikat berdasarkan jenis person dalam kalimat nominal.

Past Present Future
1st Person I was university student I am university student I will be university students
2nd Person You were university student You are university student You will be university student
3rd Person She was university student She is university student She will be university student

Concord Didalam Literatur Ilmiah

Didalam literatur ilmiah, subjek dan predikat kalimat seringkali sangat sulit diidentifikasi karena kebanyakan literatur ilmiah (dalam hal ini jurnal) menggunakan jenis kalimat complex, compound dan complex-compound sentence.

‘Generic pedagogy is not enough’: Teacher educators and subject-specialist pedagogy in the Further Education and Skills sector in England by Pam Hanley & Ron Thompson

This paper reports on a study of teacher educators preparing teachers for the Further Education and Skills sector in England. Thirty-six teacher educators participated in an intervention intended to enhance understanding of subject-specialist pedagogy. Based on a socially-situated conception of pedagogical content knowledge, the intervention included a workshop supplemented by specially-developed learning resources. Data on prior knowledge, initial reception, and longer-term impact was collected by pre-intervention survey and at least one post-intervention interview. The paper explores how the intervention impacted participants’ understanding and practice, and proposes a typology for understanding the longer-term sustainability of this impact.

Berikut ini analisis dari contoh abstrak diatas. Pada analisis berikut ini, kata yang dicetak tebal adalah subject dan kata yang dicetak tebal-miring merupakan predicate.

  1. This paper reports on a study of teacher educators preparing teachers for the Further Education and Skills sector in England.
  2. Thirty-six teacher educators participated in an intervention intended to enhance understanding of subject-specialist pedagogy.
  3. Based on a socially-situated conception of pedagogical content knowledge, the intervention included a workshop supplemented by specially-developed learning resources.
  4. Data on prior knowledge, initial reception, and longer-term impact was collected by pre-intervention survey and at least one post-intervention interview.
  5. The paper explores how the intervention impacted participants’ understanding and practice, and proposes a typology for understanding the longer-term sustainability of this impact.

Selain itu, identifikasi subjek dan predikat kalimat juga terkadang terhambat oleh terdapatnya beberapa kata yang secara sekilas mirip dengan predicate; misalnya gerund yang mirip dengan kata kerja dalam aspect "progressive, past participle yang mirip dengan past verb, present participle yang juga mirip dengan kata kerja dalam aspect progressive/continuus.

Pada kalimat "Based on a socially-situated conception of pedagogical content knowledge, the intervention included a workshop supplemented by specially-developed learning resources.", past participle "included" dan "supplemented" berpotensi dianggap sebagai predicate kalimat. Kita akan mencoba melakukan analisis untuk kedua kemungkinan predicate tersebut. Pada tabel berikut disajikan arti kalimat "jika predikatnya adalah "included" dan arti kalimat tersebut "jika predikatnya adalah "supplemented".

Predicate: "Included" Predicate: "Supplemented"
Arti Kalimat Intervensi tersebut mencakup lokakarya yang dilengkapi oleh sumber belajar yang didesain secara khusus Intervensi yang mencakup lokakarya melengkapi oleh sumber belajar yang didesain secara khusus

Jika predicate dari contoh kalimat diatas adalah "incluced", maka kalimat tersebut bermakna "lokakarya yang dilengkapi dengan sumber belajar" merupakan bagian dari intervensi yang dimaksud. Sedangkan jika predicate kalimat tersebut adalah "supplemented", maka kalimat tersebut menjadi tidak bermakna. Baris "supplemented by specially-developed learning resources" dalam kalimat tersebut merupakan reduced relative clause. Untuk lebih jelasnya, baca dan pahami poin tentang "Reduced Relative Clause" yang diulas dalam Lesson berjudul "clause".

Mengapa arti kata "supplemented" berubah menjadi "melengkapi" (bukannya tetap diartikan "dilengakapi")? Jawabannya adalah karena kata "supplemented" pada baris tersebut tidak didahului oleh "be verb" yang membuatnya bermakna pasif (berarti "di-" atau "ter-")

Pada intinya, untuk mampu mendeteksi subject dan main predicate dari sebuah kalimat, diperlukan kemampuan mengelompokkan kata serta pemahaman tentang kelas kata yang berpotensi menjadi subject (Pronoun, Noun & Noun Phrase) dan kelas kata yang berpotensi mengisi posisi predicate (Verb & Linking Verb).