Pengembangan Web Pendidikan: Aman bersama Dewaweb

Baru-baru ini, IMD World Digital Competitiveness merilis peringkat daya saing digital dari 63 negara didunia. Pada rilis tersebut, Indonesia ditempatkan pada urutan 62 setelah pada tahun sebelumnya berada pada peringkat 59. Negara kita tercinta bertengger diatas Venezuela (63) dan berada dibawah negara tetangga seperti Filipina (56), Thailand (39), jauh dibawah Malaysia (27), dan sangat jauh dibawah Singapura (2). Berdasarkan klaim IMD World Digital Competitiveness, rilis tersebut bertujuan untuk memetakan tingkat eksplorasi serta pengadopsian teknologi digital. Hemat penulis, hal ini bukanlah takdir. Fakta tersebut dapat diperbaiki, salah satunya dengan meningkatkan tingkat eksplorasi teknologi dalam ranah pendidikan yang salah satunya dapat dieksekusi melalui konsep 'Web-based learning'.

Penulis yang saat ini sedang dalam proses penulisan disertasi sebelumnya telah menelurkan skripsi dan thesis yang bertemakan pemanfaatan teknologi Internet berbasis Web dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian pertama berujung pada kesimpulan bahwa mayoritas mahasiswa mengapresiasi dan mendukung pengintegrasian teknologi Internet dalam pembelajaran. Penelitian kedua jatuh pada kesimpulan positif dimana kecepatan membaca pemahaman (reading comprehension) dapat ditingkatkan melalui Web-based reading strategy (scheduled to be published by Advances in Language and Literary Studies, in Volume 9, No. 3, 2018).

Hingga saat ini, penulis meyakini bahwa Web-based learning memiliki potensi yang besar untuk diintegrasikan dalam dunia pendidikan. Keyakinan penulis bertambah ketika melihat membludaknya karya ilmiah (jurnal) internasional yang ditulis dibawah payung teknologi Internet dalam pembelajaran yang jatuh pada kesimpulan positif. Salah satu bentuk kontribusi penulis dalam domain ini diwujudkan dalam perencanaan penulisan disertasi melalui pengembangan produk (research and development) berupa media pembelajaran berbasis Web. Sejauh ini, penulis mengalami beberapa kendala yang sekaligus menjadi alasan klasik yang mendasari mengapa mayoritas pengajar (guru dan dosen) belum memanfaatkan teknologi Internet dalam ranah pendidikan, yakni:

  1. Minimnya pengetahuan tentang teknologi, khususnya pengembangan Web
  2. Infrastruktur belum memadai. Jikapun ada, biayanya mahal
  3. Keamanan Website

Jika Anda adalah seorang pengajar yang tertarik untuk mengadopsi Web-based learning dalam pembelajaran dan mungkin mengalami kegelisahan yang sama dengan penulis, pada tulisan kali ini, penulis akan mencoba menjawab pertanyaan 'apa?' dan 'bagaimana?'.

#1 Memilih Provider Hosting dan Domain

Untuk mengembangkan sebuah Web, baik itu untuk lembaga atau personal, dibutuhkan hosting dan domain. Hosting dalam hal ini berfungsi untuk menampung seluruh data terkait Web yang akan dikembangkan sementara domain berfungsi untuk mengarahkan pengunjung kepada Web kita. Jika diibaratkan sebagai sebuah kampus, maka hosting merupakan bangunan fisiknya sementara domain merupakan alamat dari kampus tersebut.

Di Indonesia, terdapat banyak, mungkin ratusan, penyedia hosting dan domain. Pertanyaan pertama yang pada umumnya hinggap dikepala adalah "apakah ada kriteria baku yang bisa dijadikan dasar dan tolok ukur dalam menentukan kualitas penyedia hosting dan domain?". Kritria bakunya mungkin tidak ada, namun Anda bisa mempertimbangkan tips berikut ini.

Pemilihan penyedia jasa hosting dan domain hendaknya dilakukan melalui riset terlebih dahulu. Riset kali ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan Google sebagai 'narasumber' utama. Kuncinya adalah, carilah penyedia hosting dan domain yang benar-benar mumpuni dalam hal pelayanan. Berkaitan dengan hal ini, terdapat beberapa variabel yang penting untuk diselidiki.

Responsifitas customer service

Poin ini menjadi sangat esensial untuk dipertimbangkan mengingat tidak semua dari kita paham hal-hal yang bersifat teknis yang berkaitan dengan Web. Jika terjadi trouble, secara psikologis, mayoritas pelanggan akan menghubungi customer service sebagai upaya 'pertolongan pertama'. Namun, apa jadinya jika customer service dari penyedia layanan hosting dan domain kita lambat merespon? Atau mungkin tidak merespon? Atau merespon tapi tidak punya solusi? Jelas ini akan menjadi sebuah masalah besar. Untuk itu, responsifitas customer service penulis tetapkan sebagai 'apa' dan 'bagaimana' yang pertama.

Sebelum memutuskan di dermaga mana script Web penulis akan berlabuh, penulis melakukan sebuah riset kecil sebagai langkah antisipasi jika misalnya terjadi trouble atau kesalahan teknis diluar kapasitas penulis sebagai orang yang awam masalah Web programming. Riset tersebut sangat sederhana. Penulis hanya mencoba menghubungi customer service dari beberapa penyedia hosting dan domain dan mencatat rata-rata waktu sang customer service merespon. Tes dilakukan beberapa kali dengan menggunakan identitas yang sama namun dalam waktu yang berbeda-beda untuk tiap tesnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui rata-rata waktu merespon untuk tiap shift tugas dari customer service. Diakhir pencarian, penulis memutuskan untuk berlabuh pada Dewaweb dengan beberapa alasan. Pertama, sangat responsif. Kedua, informasi yang akurat dan presisi. Ketiga, keluhan terselesaikan.

Setelah mendaftar, apa yang penulis khawatirkan benar-benar terjadi. Trouble beberapa kali menghambat kinerja penulis dalam pengembangan Web ini. Untungnya, masalah yang ada tidak pernah 'menginap' barang semalampun. Salah satu contoh trouble yang penulis alami adalah Web yang tidak bisa diakses. Hanya sekitar 10 menit setelah menghubungi customer service Dewaweb masalah terselesaikan. Pada waktu itu, sang customer service memastikan bahwa trouble terjadi karena penulis belum melengkapi tahapan pendaftaran data kepemilikan domain. Setelah mengikuti beberapa instruksi dari customer service yang bertugas pada saat itu, Web penulis kemudian 'on-air'.

Jika Anda sangsi, Anda dapat melakukan pengujian mandiri dengan mengunjungi laman Dewaweb di https://www.dewaweb.com, klik chat, lengkapi data, dan lakukan pengujian.

Fitur dan layanan

'Apa' dan 'bagaimana' yang kedua adalah kecermatan memilih fitur dan layanan. Pilihlah penawaran yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan kita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam persaingan marketing, pemilik jasa selalu menyerang calon client-nya dengan penawaran yang terkadang terkesan berlebihan dengan harapan agar pihak yang ditawari bersedia menjadi client. Dalam menghadapi gempuran promosi seperti ini, kita dituntut untuk cermat dalam membandingkan. Lantas, apa saja yang perlu kita cermati?

Jawabannya sederhana saja. Cukup cermati fitur dan layanan yang sesuai kebutuhan. Logikanya, akan sangat mubazir jika kita harus membayar mahal untuk fitur dan layanan yang tidak kita butuhkan. Sebaliknya, kita akan merugi jika kita membayar harga murah namun fitur dan layanan yang kita dapatkan tidak sesuai kebutuhan. Berkaitan dengan hal ini, Anda bisa melayangkan seluruh pertanyaan Anda kepada customer service. Kembali ke sub-poin pertama, pastikan customer service-nya responsif.

Untuk pengembangan Web prototype sederhana seperti yang Anda lihat saat ini, space hosting sebesar 200MB saja sebenarnya sudah cukup. Jikapun Anda membutuhkan space lebih, paket hosting dapat ditingkatkan (upgrade) kapan saja. Space 1GB penulis rasa sudah mumpuni sepanjang Web yang kita kembangkan tidak untuk tujuan menampung data-data yang berat seperti registrasi pada portal dengan kuantitas ratusan mahasiswa. Pengalaman sebelumnya, penulis pernah mencoba menjalankan CMS (Content Management System) Moodle hanya dengan space 1GB saja. Space tersebut cukup untuk menampung data registrasi dan tugas ringan dari 90 mahasiswa.

Dalam persaingan penyewaan hosting dan domain, fitur dan layanan merupakan aspek yang dijadikan sebagai daya jual. Ketatnya persaingan membuat banyak penawaran fitur dan layanan yang kurang realistis. Setelah melewati beberapa proses perbandingan, penulis bulat di Dewaweb. Alasannya?! Penyedia hosting dan domain ini menyediakan 7 paket hosting murah yang masing-masing telah include domain gratis berekstensi TLD (Top Level Domain). Keunggulan lainnya adalah semua paket di-handle oleh teknologi cloud hosting yang unggul dari segi kecepatan aksesnya. Selain itu, penyedia jasa hosting dan domain ini juga menawarkan domain murah yang cocok untuk jenis Web yang tidak membutuhkan hosting seperti Blogspot. Karena puas dengan layanan dan performanya, penulis yang awalnya hanya mencoba paket 200MB kemudian menambah pemesanan paket hosting dan domain baru dengan mengambil paket 1GB.

Garansi Keamanan

Variabel ini menjadi variabel yang paling vital. Aspek keamanan Web (Web security) dapat diibaratkan sebagai asuransi yang menjamin keamanan kita. Web kitapun butuh 'asuransi'. Saking pentingnya, poin ini bahkan harus dipastikan sebelum pemesanan hosting dan domain dilakukan. Sebisa mungkin, carilah penyedia hosting dan domain yang menawarkan jasa pengamanan Web client-nya, minimal pemberian fitur enkripsi domain 'https' seperti yang penulis gunakan secara gratis pada Web ini.

Harga

Bagi sebagian besar orang, harga yang reliabel berarti harga yang murah dengan fasilitas dan kualitas maksimal. Logikanya, filosofi tersebut sedikit tidak masuk akal. Namun ternyata masih ada provider hosting dan domain yang membenarkan paham tersebut. Sekali lagi, riset diperlukan dalam pemilihan penyedia hosting dan domain. Sebelum memutuskan akan berlabuh kemana, penulis telah melakukan 'hitung-hitungan' diatas kertas. Pilihan bulat di Dewaweb hanya karena satu alasan saja; murah dan berkualitas.

#2 Mulai Membangun Website

Setelah melewati beberapa tahapan teknis pra-pengembangan diatas, kali ini kita akan masuk pada tahapan inti.

Berkaitan dengan pengembangan Web pendidikan, Anda dapat memanfaatkan fitur dan layanan yang disediakan secara gratis oleh penyedia hosting dan domain. Setelah pemesanan, Anda akan diberikan akses ke CPanel, layanan dimana Anda dapat mengatur seluruh data terkait Web Anda. Pada CPanel, pengajar sekalian dapat memanfaatkan fitur instalasi otomatis bernama Softaculous. Untuk tujuan pengembangan Web-based learning, fitur Softaculous pada CPanel memungkinkan Anda untuk menginstal beberapa pilihan CMS (content management system) seperti Moodle dan Wordpress kurang dari 5 menit.

Moodle, singkatan dari Modular Object-oriented Dynamic Classroom, telah banyak digunakan oleh praktisi pendidikan diseluruh dunia untuk tujuan pendidikan. Tidak sulit untuk menemukan buku dan jurnal ilmiah yang membahas CMS ini. Mengenai fiturnya, jelas CMS ini bisa diandalkan karena Moodle lahir dari tangan seorang akademisi. Wordpress sendiri merupakan CMS yang populer digunakan untuk tujuak publikasi informasi berbasis online seperti blog dan Web perusahaan. Namun, CMS ini juga mumpuni untuk meng-handle tujuan pendidikan karena kaya akan plugins. Tercatat banyak sekali Web resmi universitas, sekolah, dan lembaga pendidikan yang menggunakan Wordpress.

Proses instalasi dari kedua CMS yang telah disebutkan sebelumnya dapat dilakukan melalui fitur Softaculous pada CPanel. Jika mengalami kendala, Anda bisa menghubungi customer service untuk bantuan instalasi. Pengalaman pribadi penulis, tim Dewaweb (Dewaweb Ninja) sangat nyaman diajak bekerja-sama bahkan untuk bantuan instalasi script Web seperti Moodle dan Wordpress.

#3 Uji Coba

Setelah Web pendidikan Anda mengudara, lanjutkan dengan melakukan beberapa siklus uji coba. Hal ini berguna untuk memastikan tidak akan ada masalah berarti dalam fase selanjutnya. Tahapan ini sangat penting karena hampir semua buku bertema eLearning yang pernah penulis baca menyarankan agar tahapan ini tidak dilewatkan. Anda dapat memulainya dengan mengakses Web yang telah dikembangkan melalui berbagai macam perangkat seperti laptop dan gawai. Setelah itu, periksa semua menu dan link yang ada dan pastikan semuanya bekerja sebagaimana mestinya.

#4 Konten & Instruksi

Zaman yang serba canggih seperti sekarang ini memungkinkan kita untuk mentransfer informasi, baik dalam bentuk konten tertulis, audio, maupun video secara cepat. Enaknya lagi, seluruh jenis konten pembelajaran tersebut memungkinkan untuk diakses bahkan hanya melalui sebuah gawai (smartphone) yang saat ini tidak lagi berpredikat sebagai 'barang mewah'.

Jika Anda belum memiliki modul pembelajaran, Anda dapat memanfaatkan konten yang tersedia di Internet sebagai authentic materials (materi yang diciptakan bukan untuk tujuan belajar tapi digunakan dalam pembelajaran, mis: koran/majalah online). Salah satu bentuk authentic materials dalam bentuk attachment yang penulis gunakan dalam mengajar dapat dilihat pada halaman "English for Educational Administration students".

#5 Mengarahkan Peserta Didik

Setelah melewati tahapan uji coba, portal belajar yang telah pengajar sekalian kembangkan melalui Softaculous kemudian dapat direalisasikan dalam pembelajaran. Langkah pertama adalah memperkenalkan portal pembelajaran yang pengajar sekalian telah kembangkan kepada peserta didik. Dalam hal ini, beberapa mode of delivery dapat dipilih. Penulis sendiri telah mempraktekkan metode Web-based resource and instruction dimana mahasiswa dimungkinkan untuk menemukan sumber-sumber belajar beserta instruksinya dalam Web penulis. Meskipun masih berbentuk prototype dan masih butuh pengembangan, namun sejauh ini mode of delivery tersebut terasa sangat praktis. Selain untuk menghemat penggunaan kertas (go green), juga untuk memberi keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar. Mereka dimungkinkan untuk mengakses bahan belajar kapanpun dan dimanapun bahkan hanya dengan menggunakan gawai (smartphone) mereka. Metode lainnya bisa dengan menggunaan forum online yang script dan instalasinya juga disediakan oleh Softaculous pada CPanel.

#6 Web Security & Maintenance

Tidak hanya kendaraan dan rumah saja, Web-pun butuh pengamanan dan maintenance. Di zaman digital seperti sekarang ini, banyak sekali ancaman yang bisa saja datang. Mulai dari modus iseng hingga pada modus pencurian data. Oleh karena itu, sub-poin sebelumnya tentang keamanan Web (Web security) didaulat sebagai poin terpenting; bahkan lebih penting dibanding Web itu sendiri beserta konten didalamnya. Mengapa bisa demikian? Karena Web termasuk kontennya akan menjadi percuma, tidak peduli seinformatif apapun kontennya dan sebagus apapun Web-nya, jika keamanannya rentan.

Baru-baru ini, ramai diberitakan di media eletronik dalam dan luar negeri tentang skandal bocornya data Facebook. Pada waktu itu, Mark Zuckerberg (pendiri Facebook) bahkan harus merelakan sebagian tenaga dan waktunya untuk menghadap parlemen untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Merespon masalah ini, pengguna Facebook diseluruh dunia ramai-ramai menutup akunnya. Hal ini mendandakan bahwa untuk urusan Web, aspek keamanan berada diatas segalanya.

Berkaitan dengan poin krusial ini, penulis menemukan Dewaweb sebagai satu-satunya provider hosting dan domain yang aktif menyuarakan tentang Web security. Artikel terakhir yang penulis temukan, Dewaweb membahas tentang teknik pengamanan Web dengan CloudFlare setelah sebelumnya mengulas tentang Imunify 360. Terdapat pula penawaran paket SSL Certificate dengan harga yang cukup menarik perhatian.

Sejak awal berdirinya, tim Dewaweb berkomitmen penuh untuk menjamin keamanan website pelanggannya, sesuai dengan pernyataan tertulis pada laman blog Dewaweb pada tahun 2016 silam (baca: "Cloud Hosting Indonesia dengan Fitur Premium Gratis"). Penulispun mendapatkan 'berkah' dengan fitur Let's Encrypt SSL yang diberikan secara cuma-cuma.

Aspek krusial selanjutnya adalah maintenance. Sebisa mungkin, lakukanlah pengecekan data-data Web Anda secara berkala. Jika terdapat file yang mencurigakan, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya kepada customer service yang siaga melayani 24 jam dalam sehari. Pengalaman penulis, tim Dewaweb sangat responsif dan berpengalaman masalah ini. Mereka selalu menyediakan solusi untuk setiap masalah keamanan Web Anda. Selanjutnya, lakukan back-up data setiap kali Anda melakukan update. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi jika saja strategi dan sistem pengamanan yang Anda terapkan masih bisa jebol. Perusahaan sebesar Facebook saja pernah bobol. Oleh karena itu, berikan perhatian khusus pada 2 poin berikut, Web security dan maintenance.

Kesimpulan

Kecanggihan teknologi tidak dapat dijadikan dasar untuk menggantikan peran pengajar. Namun, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung berlangsungnya proses belajar-mengajar. Dengan kata lain, peran teknologi dalam pembelajaran hanya terbatas sebagai media penyampaian mode of delivery semata. Beberapa metode yang bisa dimanfaatkan antara lain dengan memanfaatkan kemudahan pembuatan dan pengembangan Web (eLearning) yang ditawarkan oleh Dewaweb sebagai penyedia hosting dan domain yang paling reliabel terutama dari segi keamanan Web, fitur dan layanan, serta harga.

Sejak penulis mengenal Dewaweb beberapa tahun silam hingga sekarang, halaman Cloud Hosting Gratis untuk Organisasi Non-Profit masih dapat terakses. Jika saja organisasi non-profit Anda masuk kualifikasi yang ditetapkan, segera hubungi Dewaweb untuk mendapatkan hosting gratis dan domain gratis untuk organisasi non-profit Anda. Jika tidak, kabarkan pada kerabat yang mungkin membutuhkan layanan ini. Adapun kualifikasi yang perlu Anda penuhi untuk mendapatkan layanan hosting gratis ini antara lain:

  1. Organisasi/yayasan bergerak dibidang kemanusiaan dan pendidikan - bukan organisasi politik dan keagamaan;
  2. Organisasi terdaftar secara resmi yang dibuktikan dengan dokumen;
  3. Tidak mengkomersilkan hosting; dan
  4. Memasang tanda berupa link menuju Dewaweb.